Beranda / Berita / Detil Berita

MUI dan Pemkab Beltim Perkuat Sinergi, Bupati Soroti Pembinaan Generasi Muda

03 Okt 2026, 19:09 WIB • Fauzi
utama #Sosial Keagamaan 34x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Peran ulama dinilai semakin penting dalam membina generasi muda, memperkuat keluarga, serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat. Hal ini menjadi salah satu pesan Bupati Belitung Timur (Beltim), Kamarudin Muten saat menghadiri Rapat Koordinasi, Penguatan dan Pembekalan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan se-Kabupaten Beltim di Aula Water Boom Sungai Manggar, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Manggar, Sabtu (3/10/2026) sore.

Kegiatan yang diikuti puluhan pengurus MUI tingkat kecamatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan langkah antara MUI Kabupaten dan MUI Kecamatan dalam menjalankan peran pembinaan umat.

Hadir dalam kegiatan itu Ketua MUI Kabupaten Beltim KH. Suyatno Taslim, Bupati Kamarudin Muten, perwakilan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua PC Nahdlatul Ulama, Ketua PD Muhammadiyah Beltim, serta Camat Manggar, Simpang Pesak, dan Gantung beserta jajaran pengurus MUI.

Dalam sambutannya, Bupati Kamarudin Muten menyampaikan bahwa MUI memiliki peran strategis dalam membina kehidupan keagamaan, memperkuat keluarga dan generasi muda, serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat. Menurutnya, MUI juga merupakan mitra pemerintah dalam merespons berbagai persoalan sosial yang berkembang.

“Melalui rapat koordinasi dan pembekalan ini, mari kita samakan langkah dan perkuat komunikasi antara MUI Kabupaten dan MUI Kecamatan. Bahas bersama kebutuhan serta persoalan yang dihadapi masyarakat di masing-masing wilayah,” ajak Kamarudin.

Kamarudin menilai tantangan dalam pembinaan masyarakat terus berkembang, terutama yang berkaitan dengan keluarga dan generasi muda. Karena itu, keberadaan ulama di tengah masyarakat dibutuhkan untuk memberikan pemahaman, pendampingan, dan menjaga keharmonisan kehidupan sosial.

Bupati juga berharap MUI terus memberikan masukan kepada pemerintah terhadap berbagai persoalan yang muncul di masyarakat. Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, berbagai tantangan diharapkan dapat dihadapi secara bersama.

Kabupaten Beltim Jadi Daerah Paling Toleran 

Dalam wawancara seusai kegiatan, Kamarudin turut menyampaikan apresiasi kepada MUI, NU, Muhammadiyah, dan organisasi keagamaan lainnya yang selama ini konsisten menjaga toleransi di Kabupaten Beltim. Menurutnya, kehidupan masyarakat yang mampu hidup berdampingan dalam keberagaman merupakan modal penting dalam menjaga keharmonisan daerah.

Pria yang akrab dipanggil Afa ini mencontohkan perjalanan kepemimpinan Beltim yang pernah dipimpin oleh bupati non-Muslim. Baginya, hal tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa masyarakat Beltim memiliki ruang kebersamaan lintas agama yang perlu terus dirawat.

Rekam jejak tersebut juga tercermin dari penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) terkait capaian toleransi yang diraih Beltim. Di tingkat provinsi, Kepulauan Bangka Belitung (Babel) juga tercatat masuk enam besar provinsi paling toleran di Indonesia. Sementara itu, hasil survei Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) yang menjadi data pendukung menunjukkan aspek toleransi memperoleh skor 92,80, dengan indeks KUB keseluruhan sebesar 85,41.

Upaya menjaga kerukunan juga dilakukan melalui kolaborasi lintas agama dan lembaga. Salah satunya terlihat dari apresiasi Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Beltim kepada jajaran kepolisian atas kontribusi dalam menjaga keamanan tempat ibadah dan meredam potensi konflik. Di tingkat desa, Desa Baru juga telah dikukuhkan sebagai Desa Sadar Kerukunan tingkat Provinsi Babel.

Menurut Kamarudin, capaian tersebut perlu dijaga bersama. Peran ulama dan organisasi keagamaan menjadi penting untuk memperkuat nilai toleransi sekaligus merespons persoalan sosial yang berkembang, termasuk tantangan dalam membina generasi muda.

Selain persoalan kerukunan, Bupati juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap pergaulan remaja. Ia menyampaikan rencana pembangunan kawasan Simpang Lima yang diharapkan dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk berkreasi dan melakukan berbagai kegiatan positif.

“Kita sudah persiapkan pembangunan di Simpang Lima. Tujuannya supaya anak-anak muda punya tempat untuk berkreasi dan melakukan kegiatan positif, sehingga mereka tidak salah dalam bergaul,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Beltim KH. Suyatno Taslim dalam kesempatan tersebut menyampaikan sambutan sekaligus melanjutkan agenda penguatan organisasi. 

Rangkaian kegiatan diawali dengan Taujih Robbani, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars MUI, serta menyimak arahan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin mengenai tugas MUI dan Ketua Umum MUI Pusat KH. M. Anwar Iskandar tentang peran MUI dalam menyatukan organisasi kemasyarakatan Islam.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus MUI Kecamatan oleh Ketua Umum MUI Kabupaten Beltim. Setelah pengukuhan, agenda berlanjut dengan bedah materi hasil Musyawarah Nasional (Munas) MUI XI Tahun 2025 yang dipandu oleh pengurus harian MUI Kabupaten Beltim.