Beranda / Berita / Detil Berita

Kampung KB Pariwisata, Sinergikan Pemberdayaan Keluarga dan Potensi Wisata Desa

08 Sep 2026, 20:31 WIB Fauzi
opd #Kampung KB 91x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PemdesPPKB) Kabupaten Belitung Timur tengah mengembangkan Program Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) dengan pendekatan yang lebih luas. Tidak hanya berfokus pada program kependudukan dan keluarga berencana, Kampung KB juga diarahkan untuk bersinergi dengan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di desa.

Konsep tersebut dikembangkan melalui Kampung KB Pariwisata, yang akan diluncurkan Dinas PemdesPPKB Kabupaten Beltim pada 22 September 2026 mendatang di Desa Burung Mandi, Kecamatan Damar.

Kepala Dinas PemdesPPKB Kabupaten Beltim, Melta Indah Nurhayati melalui Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Advokasi Penggerakan dan Informasi, Budiman menjelaskan Kampung KB Pariwisata pada dasarnya tetap menjalankan program Kampung KB. Perbedaannya terletak pada upaya mengintegrasikan kegiatan pemberdayaan keluarga dengan potensi pariwisata yang dimiliki desa.

“Konsepnya tetap Kampung KB. Hanya kita coba mengombinasikan dan menyinergikan kegiatan-kegiatan Kampung KB dengan kegiatan pariwisata, termasuk UMKM dan ekonomi kreatif,” jelas Budiman saat ditemui Diskominfo SP di ruang kerjanya, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, sinergi tersebut penting karena Kampung KB tidak hanya berbicara mengenai pelayanan keluarga berencana. Di dalamnya terdapat berbagai kelompok dan kegiatan pemberdayaan keluarga yang dapat dikembangkan untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.

Salah satunya melalui kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA). Kelompok ini dapat diarahkan untuk mendukung pengembangan produk ekonomi kreatif yang berkaitan dengan potensi wisata di desa.

“Harapannya sektor pariwisatanya maju dan ekonomi kreatifnya juga ikut berkembang. Jadi kegiatan yang ada di Kampung KB bisa berjalan bersama dengan pengembangan pariwisata,” kata Budiman.

Burung Mandi Jadi Kampung Percontohan

Budiman mengungkapkan Kampung KB merupakan program yang dilaksanakan di setiap desa. Karena itu, konsep Kampung KB Pariwisata tidak hanya ditujukan untuk Desa Burung Mandi. 

Desa Burung Mandi dipilih sebagai lokasi peluncuran lantaran sebelumnya mendapatkan apresiasi dalam kegiatan lomba Kampung KB tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Selain itu pula, Desa Burung Mandi memiliki potensi wisata yang dinilai dapat disinergikan dengan program pemberdayaan keluarga. Salah satunya keberadaan kawasan geosite yang menjadi bagian dari potensi wisata di desa tersebut.

“Burung Mandi kemarin masuk apresiasi dalam lomba di tingkat provinsi. Semangatnya kemudian kita kembangkan menjadi Kampung KB Pariwisata karena Burung Mandi memiliki potensi wisata,” ungkap Budiman.

Menurut lulusan Magister Ilmu Komunikasi Universitas Andalas Lampung ini, pengembangan konsep tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor. Program kependudukan dan keluarga berencana tidak berdiri sendiri, tetapi dapat disinergikan dengan program pariwisata, pemberdayaan ekonomi, hingga pengembangan kapasitas masyarakat.

“Pada kegiatan peluncuran nanti, sinergi tersebut akan mulai diperkenalkan melalui sejumlah kegiatan. Di antaranya penguatan dan pelatihan yang berkaitan dengan pariwisata serta pemberdayaan UMKM dan kelompok masyarakat,” ujar Budiman.

Dengan konsep tersebut, Kampung KB Pariwisata diharapkan tidak hanya menjadi label baru bagi Kampung KB. Program ini diarahkan menjadi ruang kolaborasi untuk mengembangkan potensi desa sekaligus meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan keluarga.