Beranda / Berita / Detil Berita

Fantastis... Naik Pangkat dalam Setahun, Woro Jadi Satu-satunya Arsiparis Peraih KPLB di Indonesia

04 Sep 2026, 06:05 WIB Fauzi
utama #KPLB 49x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Kenaikan pangkat biasanya menjadi proses panjang dan melelahkan bagi seorang aparatur sipil negara (ASN). Namun, bagi Woro Hapsari Candra Dewi perjalanan dari pangkat Pembina (IV/a) menuju Pembina Tingkat I (IV/b) mampu ditempuhnya hanya dalam kurun waktu sekitar satu tahun.


Arsiparis Ahli Madya pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Belitung Timur (Beltim) itu berhasil memperoleh Kenaikan Pangkat Luar Biasa Baiknya (KPLB) setelah melalui proses penilaian dan seleksi ketat di Badan Kepegawaian Negara (BKN).


Pangkat IV/a baru diperolehnya pada 2025. Setahun kemudian, Persetujuan Teknis (Pertek) dan Surat Keputusan KPLB ia peroleh dan resmi berlaku mulai 1 September 2026.


Bagi wanita kelahiran Surakarta, 1982 ini capaian tersebut bukan sebuah kebetulan. KPLB diraihnya melalui kerja keras dan dua aspek utama, yakni prestasi dan inovasi yang telah dibangun selama menjalankan tugas sebagai arsiparis.


“Kalau dari saya, kriterianya memang dari jalur prestasi dan dari jalur inovasi. Prestasi itu karena sebelumnya saya mendapat penghargaan sebagai Arsiparis Teladan Nasional. Kemudian inovasi-inovasi kearsipan yang sudah berjalan dan memberikan dampak juga saya angkat dalam proses KPLB ini,” ungkap Woro saat ditemui Diskominfo SP, di Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Beltim, Kamis (3/9/26).


Proses memperoleh KPLB tersebut tidak berlangsung mudah. Pengusulan dilakukan melalui tahapan administrasi dan penilaian yang berlangsung hampir satu tahun. Capaian prestasi dan inovasi menjadi bagian penting dalam penilaian hingga akhirnya Woro dinyatakan memenuhi kualifikasi untuk memperoleh kenaikan pangkat luar biasa.


Yang membuat pencapaian PNS yang mengabdi sejak 2009 ini semakin istimewa, lantaran ia tercatat sebagai satu-satunya arsiparis di Indonesia yang memperoleh KPLB. Ia juga menjadi ASN ketiga di Kabupaten Beltim yang berhasil meraih kenaikan pangkat tersebut.


Lahirkannya Inovasi dari Arsip


Jauh sebelum KPLB diraih, Woro telah menekuni berbagai inovasi di bidang kearsipan. Inovasi tersebut lahir dari persoalan yang ditemuinya dalam pekerjaan sehari-hari dan kebutuhan untuk memperbaiki tata kelola arsip pemerintahan.


Saat bertugas di bidang pemanfaatan layanan, Woro melahirkan Layanan Daring Arsip. Ketika menangani pembinaan dan pengawasan kearsipan, ia mengembangkan Larsita untuk memperkuat proses penilaian pengawasan kearsipan.


Setelah beralih menjadi arsiparis pada 2021, inovasi yang dikembangkan terus berlanjut. Di antaranya Arjuna, yang berkaitan dengan restorasi arsip keluarga dan arsip akibat bencana, serta Batu Pulas, berupa pendampingan pemberkasan arsip.


Ibu tiga anak ini juga mengembangkan pendampingan melalui in-house training Srikandi, yang masih berjalan hingga kini untuk membantu unit kerja memperbaiki pengelolaan arsip.


Menurut Woro, inovasi tersebut bukan semata-mata untuk mengejar penghargaan. Hal terpenting adalah bagaimana inovasi memberikan manfaat bagi tata kelola pemerintahan dan masyarakat.


Salah satu yang telah diterapkan adalah digitalisasi arsip kepegawaian. Berkas-berkas kepegawaian dialihmediakan menjadi arsip elektronik dan ditempatkan dalam sistem terpusat.


“Untuk file atau berkas kepegawaian, sudah kita alihmediakan semua. Jadi arsip kepegawaiannya terpusat satu pintu. Tidak lagi masing-masing pegawai disibukkan mencari berkas lama karena sudah bisa dicari melalui arsip elektronik kepegawaian,” jelasnya.


Prestasi Nasional, Namun Tetap Memilih Mengabdi di Kabupaten Beltim


Prestasi Woro di bidang kearsipan ternyata tidak hanya mendapat perhatian di tingkat daerah. Setelah berbagai pencapaiannya, istri dari Mahar Pramudiya ini sempat mendapat tawaran untuk berpindah ke sejumlah instansi pemerintah pusat.


Pada 2025, terdapat persetujuan pindah dari tiga kementerian, yakni Kementerian Kehutanan, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Kementerian Dalam Negeri. Pada 2026, kesempatan serupa datang dari Sekretariat Jenderal DPR RI. Bahkan tawaran pun juga datang dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.


Namun, berbagai peluang tersebut tidak membuat Woro lantas ingin meninggalkan Kabupaten Beltim. Ia memilih tetap berada di daerah dan melanjutkan pengabdian melalui bidang yang selama ini ditekuninya. 

Saat ini, ia juga masih melanjutkan pendidikan ke jenjang magister.


Pilihan tersebut memperlihatkan bahwa capaian nasional tidak selalu harus berujung pada perpindahan ke pusat. Dari daerah pun, seorang ASN dapat menghasilkan inovasi yang mendapat pengakuan secara nasional.


Bagi warga Desa Selinsing Kecamatan Gantung ini, profesi arsiparis memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar daripada sekadar menyimpan dokumen. Arsip, menurutnya, merupakan bagian penting dalam menjaga identitas dan perjalanan sebuah daerah. Sejarah tidak semestinya hanya bergantung pada cerita yang diwariskan secara lisan, tetapi harus dapat dibuktikan melalui data dan arsip yang terkelola dengan baik.


Karena itu, penghargaan KPLB yang diterimanya diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi. Woro ingin capaian tersebut menjadi motivasi bagi ASN lainnya di Kabupaten Beltim untuk terus belajar, berinovasi dan menghasilkan karya dari bidang tugas masing-masing.


“Terima kasih kepada Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten dan Wakil Bupati Khairil Anwar yang telah memberikan penghargaan KPLB kepada saya. Semoga prestasi ini bukan hanya untuk saya mudah-mudahan bisa memotivasi ASN Belitung Timur lainnya untuk berani berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi daerah sesuai bidangnya,” ucapnya.