Beranda / Berita / Detil Berita

BSB Cabang Manggar Perkuat Dukungan terhadap Program Strategis Pemkab Beltim

11/Jun/2026, 21:50 WIB • Fauzi

berita #Bank Daerah 👁️ 10x dibaca

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Sebagai Bank Pembangunan Daerah, Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Manggar terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung berbagai program strategis Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Salah satunya melalui dukungan terhadap Program Renovasi 1.000 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi antara BSB Cabang Manggar, Bank Sumsel Babel Syariah, Satuan Kerja Perumahan dan Permukiman Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Pertanahan dan Perumahan Rakyat serta Kawasan Permukiman (DPUPRP2RKP) Kabupaten Beltim.

Dalam pelaksanaannya, BSB memfasilitasi pembukaan rekening bagi seluruh penerima manfaat Program BSPS baik yang bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum maupun Pemkab Beltim. Seluruh proses pembukaan rekening dilakukan tanpa biaya administrasi sehingga dana bantuan dapat diterima masyarakat secara utuh.

Pemimpin BSB Cabang Manggar, Doli Sibarani mengatakan pihaknya tidak hanya berperan sebagai penyalur bantuan, namun juga memastikan pelayanan perbankan dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat penerima manfaat.

"Kita mendampingi para penerima bantuan Program BSPS. Kita tidak memberlakukan pemotongan administrasi. Jadi dana yang diterima masyarakat sesuai dengan yang ditransfer pemerintah. Ini bentuk komitmen kami untuk memastikan bantuan dapat diterima secara utuh oleh masyarakat," kata Doli usai mendampingi Bupati Beltim, Kamarudin Muten meninjau rumah salah satu penerima bantuan di Desa Baru, Kecamatan Manggar, Kamis (11/6/2026).

Doli menjelaskan, untuk mempermudah masyarakat, proses pembukaan rekening tidak dilakukan di kantor cabang BSB, melainkan langsung di Kantor DPUPRP2RKP Kabupaten Beltim. Bahkan khusus untuk Program BSPS dari Kementerian PKP, BSB langsung turun ke setiap kantor desa di mana penerima program berdomisili. 

Langkah jemput bola tersebut dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat lebih dekat dan mudah. Penerima bantuan tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan maupun menempuh perjalanan jauh untuk mengurus administrasi perbankan.

"Kami berupaya memberikan pelayanan yang mudah dan cepat. Karena itu pembukaan rekening dilakukan langsung di lokasi yang telah ditentukan bersama pemerintah daerah. Tujuannya agar masyarakat lebih terbantu dan proses penyaluran bantuan dapat berjalan lancar," ujar Doli.

Menurutnya, dukungan terhadap Program BSPS merupakan bagian dari peran BSB sebagai mitra pembangunan daerah yang tidak hanya menyediakan layanan keuangan, tetapi juga berkontribusi terhadap keberhasilan program-program pemerintah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Doli menyatakan BSB akan terus mendukung berbagai program strategis pemerintah baik yang berskala nasional maupun daerah, termasuk program peningkatan kualitas hunian masyarakat yang saat ini menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Beltim.

"Kita dari BSB berkomitmen untuk menyukseskan program strategis nasional maupun daerah. Sebagai bank pembangunan daerah, kami siap mendukung pembangunan demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat," ujar Doli.

Rumah Layak Huni untuk Masa Depan Keluarga

Sementara itu, Bupati Beltim, Kamarudin Muten mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang telah membantu pelaksanaan Program BSPS dan Renovasi 1.000 Rumah Tidak Layak Huni, termasuk Bank Sumsel Babel yang berperan dalam memperlancar proses penyaluran bantuan kepada masyarakat.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Bank Sumsel Babel, serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya program ini," kata Kamarudin.

Menurut Kamarudin, sinergi antara pemerintah dan lembaga perbankan menjadi faktor penting dalam mempercepat pelaksanaan program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kamarudin berharap bantuan yang diterima masyarakat dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga proses rehabilitasi rumah berjalan lancar dan tepat sasaran.

Ia menegaskan pembangunan rumah layak huni bukan hanya sebatas pembangunan fisik semata, melainkan investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

"Pembangunan rumah layak huni bukan sekadar pembangunan fisik. Ini merupakan investasi untuk kesehatan keluarga, kenyamanan hidup, dan masa depan anak-anak kita," ujar Kamarudin.

Untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan, Kamarudin meminta seluruh perangkat daerah, pemerintah desa dan pendamping program untuk terus melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap penerima manfaat.

Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Bank Sumsel Babel sebagai mitra pembangunan daerah, Program Renovasi 1.000 Rumah diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas hunian masyarakat sekaligus mendukung Program Strategis Nasional Pembangunan dan Renovasi 3 Juta Rumah yang dicanangkan Pemerintah Republik Indonesia.