Beranda / Berita / Detil Berita

BBM Bersubsidi Mulai Tertib, Satgas Fokus Awasi Penyaluran

09 Okt 2026, 00:33 WIB • Atha
utama #Pengendalian BBM Subsidi 29x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Di tengah antrean BBM yang mulai terurai, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) masih menemukan satu persoalan dalam distribusi BBM bersubsidi, yakni belum seluruh pemegang kartu kendali menggelar atau menjual kembali BBM yang telah mereka terima kepada masyarakat. Kondisi tersebut menjadi perhatian Satgas Gabungan Pengawasan Distribusi BBM saat meninjau SPBU Desa Padang, Kecamatan Manggar, Kamis (8/10/2026).

Peninjauan dipimpin Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar, didampingi jajaran Forkopimda, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Camat Manggar, serta Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan.

Khairil mengatakan, secara mekanisme tidak terdapat persoalan antara kartu kendali dengan SPBU. Namun, BBM yang telah disalurkan kepada pemegang kartu kendali belum seluruhnya sampai ke masyarakat. Berdasarkan penyisiran yang dilakukan di wilayah Manggar, jumlah toko pengecer yang menjual BBM bersubsidi tersebut masih terbatas.

“Kalau masalah kartu kendali, sebenarnya tidak ada masalah. Antara kartu kendali dengan SPBU ini sudah matching sebetulnya, tidak ada masalah lagi. Cuma yang jadi masalah ini, mereka yang ada kartu kendali ini gelarnya tidak full,” kata Khairil.

Ketua Satgas Gabungan Pengawasan Distribusi BBM ini menyebut, dari pemantauan di Kota Manggar, jumlah toko pengecer yang membuka penjualan BBM bersubsidi terpantau hanya tiga hingga tujuh toko. Padahal, pemerintah telah memberikan fasilitas melalui kartu kendali untuk membantu mengurai penumpukan masyarakat di SPBU.

Karena itu, pengawasan terhadap penyaluran BBM akan diperkuat bersama aparat keamanan. Pengawasan tidak hanya menyangkut tempat penjualan, tetapi juga penggunaan BBM yang diambil melalui kartu kendali, termasuk mencermati jarak tempuh kendaraan untuk melihat kesesuaian antara volume BBM yang diterima dengan penggunaannya. Ia juga menyinggung harga BBM yang masih ditemukan di tingkat pengecer.

“Kalau untuk Rp12 ribu memang ada, tapi mungkin nggak cukup untuk uang lelah. Kalau masih Rp13 ribu ya toleransilah. Tapi kalau sudah Rp14 ribu apalagi Rp15 ribu, hati-hati,” tegasnya.

Antrean di SPBU Padang Mulai Lebih Lengang

Bagi pengguna umum, khususnya kendaraan bermotor roda dua, diimbau untuk melakukan pengisian BBM di SPBU Desa Padang pada pukul 08.00–12.00 WIB. Pengaturan waktu tersebut dilakukan seiring kondisi antrean di SPBU yang saat ini jauh lebih lengang.

Pengawas SPBU Desa Padang, Jumhari, mengatakan kondisi tersebut turut dipengaruhi oleh penerapan kartu kendali. Pemegang kartu kendali yang merupakan pengecer telah memiliki jadwal tersendiri, sehingga tidak lagi mengantre bersamaan dengan konsumen umum.

“Kondisi sudah mulai agak lengang sejak mulai kita mengeluarkan kartu kendali. Tidak ada pengerit-pengerit, karena orang pengecer yang punya kartu itu dibagi. Sudah ada jadwal sendiri untuk para pemegang kendali,” kata Jumhari.

Pria yang akrab dipanggil Mandor ini menegaskan, kondisi SPBU yang lebih lengang bukan disebabkan oleh berkurangnya ketersediaan BBM. Stok disebut tetap stabil dan penjualan kepada konsumen masih berjalan sesuai alokasi yang tersedia.

“Memang stoknya stabil. Kami tetap ada untuk penjualan hari ini, 16 kiloliter untuk hari ini. Ditambah yang kemarin 16, jadi 32,” jelasnya.

Untuk menghindari penumpukan distribusi pada wilayah tertentu, Satgas Gabungan Pengawasan Distribusi BBM memastikan kartu kendali akan tetap dilanjutkan. Namun, pola penyalurannya akan diatur lebih merata di masing-masing desa, sehingga pengecer dari beberapa wilayah dapat memperoleh giliran dalam satu hari.