Manggar, Diskominfo SP Beltim – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Sebagai salah satu Orang Tua Asuh (OTA), BAZNAS tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga berupaya membangun kepedulian bersama agar semakin banyak masyarakat berpartisipasi dalam membantu keluarga yang membutuhkan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Beltim, Edi Febrianto mengatakan keterlibatan BAZNAS dalam Program GENTING telah dimulai sejak tahun 2025 dan berlanjut pada tahun 2026. Meski kondisi penghimpunan zakat belum mengalami peningkatan yang signifikan, BAZNAS tetap mengalokasikan bantuan sebagai bentuk tanggung jawab sosial kepada masyarakat.
"Walaupun penghimpunan kami belum dapat terdongkrak secara maksimal, kami tetap ikut berperan. Tahun ini kami membantu dua keluarga selama dua bulan untuk setiap keluarga. Ke depan kami akan menyesuaikan dengan kemampuan penghimpunan, tetapi kami tidak akan melepaskan program ini," ujar Edi saat diwawancarai di Kantor BAZNAS Beltim pada Rabu (15/7/26).
Menurutnya, partisipasi BAZNAS dalam Program GENTING merupakan wujud kepedulian terhadap keluarga yang masuk kategori desil 1 hingga 5, sekaligus memastikan dana zakat dan infak yang dihimpun dari para muzaki benar-benar kembali kepada masyarakat yang membutuhkan. Ia berharap keterlibatan BAZNAS dalam program tersebut juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat.
"Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa dana yang dihimpun di BAZNAS benar-benar disalurkan kepada yang berhak menerimanya. Semoga langkah ini dapat menarik lebih banyak muzaki untuk menyalurkan zakat maupun infaknya melalui BAZNAS," katanya.
Edi menjelaskan, dua desa yang dipilih sebagai lokasi penerima manfaat Program GENTING merupakan desa yang selama ini rutin menyalurkan infak melalui BAZNAS. Menurutnya, pengembalian manfaat kepada masyarakat di desa-desa tersebut menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi yang telah diberikan.
"Kami ingin manfaat yang dihimpun dari masyarakat dapat kembali dirasakan oleh masyarakat. Namun demikian, dalam penyaluran bantuan kami tetap mengutamakan kebutuhan. Tidak ada perlakuan pilih kasih karena yang menjadi prioritas adalah masyarakat yang benar-benar membutuhkan," jelasnya.
Penghimpunan Zakat Masih Menjadi Tantangan
Di sisi lain, Edi mengakui penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Beltim masih menghadapi berbagai tantangan. Hingga saat ini, kontribusi terbesar masih berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN), sementara partisipasi desa maupun masyarakat umum masih perlu terus ditingkatkan.
Ia menyebutkan tingkat partisipasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam penghimpunan zakat mengalami peningkatan dari sekitar 35 persen menjadi 40 persen. Namun, dari 39 desa di Kabupaten Beltim, baru sekitar delapan desa yang secara rutin menyalurkan infak melalui BAZNAS.
Menurut Edi, keberhasilan penghimpunan zakat sangat dipengaruhi oleh dukungan para pimpinan OPD dan kepala desa dalam mengajak pegawai maupun masyarakat untuk menunaikan zakat dan infak. Karena itu, BAZNAS terus melakukan sosialisasi melalui pendekatan persuasif dan dakwah agar kesadaran berzakat semakin meningkat.
Berdasarkan data BAZNAS Kabupaten Beltim, sepanjang tahun 2025 total penghimpunan zakat, infak, dan sedekah mencapai Rp359.331.474. Sementara itu, total dana yang telah disalurkan kepada masyarakat mencapai Rp335.620.000, sehingga masih terdapat saldo penghimpunan sebesar Rp23.711.474 yang akan digunakan untuk mendukung berbagai program penyaluran sesuai ketentuan yang berlaku.
Edi berharap semakin banyak masyarakat, ASN, pelaku usaha, maupun perusahaan di Kabupaten Beltim yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Beltim yang telah mampu untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS. Semakin besar dana yang dihimpun, semakin banyak pula masyarakat yang dapat kami bantu," pungkasnya.