Beranda / Berita / Detil Berita

229 Mahasiswa KKN Siap Bangun Desa di Beltim

13 Jul 2026, 21:08 WIB โ€ข Marliana
opd #Mahasiswa KKN #Pengabdian Masyarakat #UNSOED #UIN SAS Babel #IPB University 32x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim โ€“ Sebanyak 229 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari tiga perguruan tinggi resmi diterima Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Senin (13/7/26). Selama kurang lebih 40 hari, para mahasiswa akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di 12 yang tersebar pada lima kecamatan di Kabupaten Beltim.

Mahasiswa yang mengikuti program tersebut berasal dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) sebanyak 45 mahasiswa, Institut Pertanian Bogor (IPB) sebanyak 16 mahasiswa, dan Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (IAIN SAS Babel) sebanyak 168 mahasiswa. 

Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Kabupaten Beltim, Irsyadinnas menyampaikan, pelaksanaan KKN tersebar di 12 desa yaitu Desa Selinsing, Gantung, dan Lenggang, Buding, Mentawak, Aik Madu, Kelubi, Bentaian Jaya, Kurnia Jaya, Buku Limau, Aik Kelik, Mempaya, dan Simpang Renggiang

โ€œKawan-kawan mahasiswa akan menguatkan yang sifatnya kegiatan pengabdian dan mereka akan mulai menggali isu dan potensi di tingkat desa. Harapannya mereka bisa mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pendidikan. Teman-teman IPB akan fokus pada edukasi pertanian, sedangkan Unsoed lebih kepada kolaborasi dengan pemerintah desa. Itu baru penjajakan program," jelas Irsyad.

Ia menambahkan, pemerintah daerah berharap kegiatan KKN tidak hanya menjadi pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang mampu menghasilkan solusi bagi berbagai persoalan di desa.

"Kami berharap ada kolaborasi pembangunan. Mahasiswa mampu setidaknya menjadi problem seeker, bisa melihat apa masalah yang ada di masyarakat. Syukur-syukur mereka bisa menjadi problem solver. Ada solusi yang bisa mereka tawarkan dan itu menjadi warisan saat mereka telah kembali ke kampus sehingga bisa diteruskan oleh masyarakat," katanya.

Sementara itu, mahasiswa KKN IPB di Desa Buding, Yanuar Garda mengaku sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Beltim dan pemerintah desa menjadi motivasi bagi mahasiswa dalam menjalankan program pengabdian.

"Alhamdulillah kami dari IPB sangat disambut oleh Pemerintah Beltim. Semua perangkat desa juga sangat welcome. Kami harap program yang kami bawa nantinya bisa memberikan dampak yang baik bagi masyarakat di Beltim," ujar Yanuar.

Yanuar menjelaskan kelompoknya telah menyiapkan program yang berfokus pada pengembangan sektor pertanian, UMKM, dan pariwisata sesuai potensi Desa Buding. Selain menjalankan program kerja, mahasiswa juga ingin menjadikan KKN sebagai kesempatan untuk belajar dari masyarakat.

"Program kami ada tiga lini, yaitu pertanian, UMKM, dan pariwisata. Kami mencoba mengekspos potensi Desa Buding ke masyarakat di luar Beltim. Tapi kami datang bukan untuk mengajari masyarakat, melainkan belajar dari mereka. Harapan kami masyarakat bisa kooperatif supaya program yang dijalankan dapat memberikan manfaat bersama," pungkasnya.