Manggar, Diskominfo SP Beltim - Masyarakat Kabupaten Belitung Timur (Beltim) yang hingga kini belum menikmati akses listrik berpeluang mendapatkan layanan melalui Program Listrik Desa (Lisdes) PT PLN (Persero) tahun 2026. Program ini menyasar wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik, dengan mekanisme biaya penyambungan mendapat diskon 50 persen dan peluang bantuan gratis bagi warga yang memenuhi persyaratan.
Pada tahun 2026 ini, PLN mengalokasikan program tersebut untuk 10 lokasi desa di Kabupaten Beltim. Berdasarkan data sementara PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Manggar, program ini berpotensi menjangkau sekitar 63 pelanggan atau kurang lebih 30 rumah yang belum menikmati layanan listrik.
Hal tersebut disampaikan Manajer PLN ULP Manggar, Adika Satrianto usai audiensi dengan Bupati Beltim, Kamarudin Muten di Ruang Kerja Bupati, Senin (12/10/2026).
Adika mengungkapkan lokasi program tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Kelapa Kampit, Manggar, Gantung, dan Simpang Pesak. Program ini terutama ditujukan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah ujung atau lokasi yang belum terjangkau jaringan listrik.
“Tujuan kita untuk menyasar pelanggan-pelanggan yang belum listrik, khususnya daerah-daerah yang belum ada jaringan,” ungkap Adika.
Pria yang akrab dipanggil Dika ini menjelaskan melalui Program Lisdes, masyarakat mendapatkan potongan biaya penyambungan sebesar 50 persen. Sementara itu, warga yang belum mampu membayar biaya penyambungan dapat diusulkan untuk memperoleh Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), yang memberikan bantuan biaya penyambungan hingga 100 persen bagi penerima yang memenuhi kriteria.
Untuk mendapatkan bantuan tersebut, kondisi calon penerima perlu divalidasi melalui pemerintah desa. Karena itu, PLN membutuhkan dukungan pemerintah daerah dan pemerintah desa untuk memperoleh informasi mengenai warga yang belum memiliki akses listrik.
“Kalau memang warga itu belum ada dana, bisa kita masukkan ke BPBL. Bantuan pasang baru listriknya gratis,” jelasnya.
Dika menyebutkan, sejumlah desa yang masuk dalam pendataan program antara lain Mempaya, Batu Penyu, Selinsing, Mentawak, Gantung, Limbongan, Benten Jaya, Tanjung Batu Hitam, dan Padang, termasuk kawasan Manggarawan.
Dika yang baru menjabat sebagai manajer PLN Manggar ini menambahkan, upaya memperluas akses listrik akan terus dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah. Masyarakat yang masih belum menikmati listrik juga dapat diusulkan untuk program berikutnya, termasuk pada 2027.
Terkait wilayah kepulauan yang belum memiliki akses listrik, ia menyampaikan bahwa penyediaan listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) juga direncanakan untuk Pulau Batu pada 2027. Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan listrik ke wilayah yang belum terlayani.
“Kita juga mengharapkan pemerintah desa juga aktif menyampaikan data warga yang belum memiliki akses listrik agar dapat diverifikasi dan diusulkan sesuai mekanisme program. Dengan demikian, bantuan dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujar Dika.