Suasana saat makan bedulang
Wabup Beltim saat menyampaikan sambutan
Suasana saat pembacaan doa selamat kampong
Wabup Beltim, Khairil Anwar saat memotong lepat panjang
Penyampaian tausiyah oleh Ustadz Rahmat Hidayat
Kerumunan warga saat berebut daun kesalan
Hidangan makan bedulang
Dukun Kampong Dsn Pancor saat diwawancarai
Sesi foto bersama
Tradisi Selamat Kampong Pancur Lestarikan Nilai Kebersamaan di Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
16/Jun/2026, 18:07 WIB • Fauzi
Manggar, Diskominfo SP Beltim – Masyarakat Dusun Pancur, Desa Padang, Kecamatan Manggar kembali melaksanakan tradisi Selamat Kampong. Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah berlangsung di kediaman Ketua Adat sekaligus Dukun Kampong Dusun Pancur, Selasa (16/6/26) sore.
Hadir dalam selamat kampong ini, Wakil Bupati Belitung Timur (Beltim) Khairil Anwar, Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja, Anggota DPRD Beltim Zulchaidir dan Akhiruddin, perwakilan Kejaksaan Negeri Beltim, tokoh masyarakat serta warga Dusun Pancur.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tausiah mengenai makna Tahun Baru Islam, doa bersama, pemotongan lepat dan ditutup dengan tradisi berebut kesalan yang menjadi bagian paling ditunggu masyarakat.
Dukun Kampong Pancur, Aryantoni mengatakan tradisi yang dilaksanakan masyarakat sebenarnya memiliki dua makna berbeda, yakni Maras Tahun dan Selamat Kampong.
Menurutnya, Maras Tahun pada masa lalu berkaitan erat dengan musim tanam padi dan pembukaan lahan. Namun karena aktivitas berladang mulai berkurang, pelaksanaannya kini diselaraskan dengan peringatan 1 Muharram.
"Kalau Maras Tahun identik dengan kesalan-kesalan yang dahulu digunakan sebagai sarana membuka lahan. Sedangkan Selamat Kampong merupakan doa bersama untuk memohon keselamatan seluruh masyarakat kampung," jelas Tonik sapaan Aryantoni.
Tonik yang menjabat sebagai Kepala Dusun Pancur 1 ini menjelaskan rangkaian ritual telah dimulai sejak sehari sebelumnya. Kegiatan diawali dengan doa tutup tahun setelah salat Asar, dilanjutkan doa buka tahun usai Magrib dan ritual Selamat Kampong setelah salat Isya.
"Tujuan utama kegiatan ini adalah memohon keselamatan, kesehatan dan kemudahan rezeki bagi seluruh masyarakat. Kita berharap kampung tetap aman dan masyarakat diberi keberkahan dalam menjalani kehidupan," kata Tonik.
Adat dan Nilai Keagamaan Berjalan Beriringan
Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar mengapresiasi masyarakat Dusun Pancur yang terus menjaga tradisi warisan leluhur. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh harmonisasi antara adat istiadat dan nilai-nilai keagamaan.
Khairil mengatakan rangkaian kegiatan tahun ini semakin lengkap karena diawali dengan tausiah yang membahas makna Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
"Ini menjadi hal yang baik karena ada penguatan nilai-nilai keagamaan melalui tausiah. Momentum Tahun Baru Islam dapat menjadi sarana introspeksi sekaligus memperkuat keimanan masyarakat," ungkap Khairil.
Selain itu, Mantan Camat Dendang ini juga mengajak para orang tua untuk terus memberikan perhatian terhadap pendidikan dan perkembangan anak-anak di tengah kemajuan teknologi.
"Kita harus memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik. Penggunaan telepon genggam juga perlu diawasi agar mereka terhindar dari pengaruh negatif dan dapat tumbuh menjadi generasi yang bermanfaat bagi diri sendiri, daerah dan negara," kata Khairil.
Khairil menilai tradisi Selamat Kampong tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi ruang mempererat hubungan antarwarga.
Menurutnya, semangat kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan tersebut perlu terus dijaga sebagai modal sosial dalam membangun daerah.
"Melalui kegiatan seperti ini, kebersamaan masyarakat semakin kuat. Adat dan pemerintah dapat berjalan beriringan untuk menjaga nilai-nilai budaya sekaligus mendukung pembangunan daerah," ujarnya.