Beranda / Berita / Detil Berita

Tebat Gadong Mengering, SPAM Manggar Berhenti Melayani; Air Baku Perumdam Tersisa 20 Persen

30 Okt 2026, 07:53 WIB • Fauzi
opd #SPAM 96x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Musim kemarau mulai berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih di Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Sumber air baku Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Manggar di kawasan Tebat Gadong, Desa Padang, mengalami kekeringan sehingga pelayanan kepada pelanggan di Kecamatan Manggar terhenti sejak Senin (26/10/2026).

Kondisi tersebut terjadi setelah debit air baku terus menyusut selama musim kemarau. Upaya penyedotan yang dilakukan petugas tidak lagi dapat diandalkan lantaran kondisi sumber air di Tebat Gadong semakin mengering.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRP2RKP) Kabupaten Beltim, Idwan Fikri melalui Kepala UPT SPAM, Dr. Fahrudin mengatakan pihaknya telah berupaya mengantisipasi penyusutan air baku. Namun, kondisi alam membuat upaya tersebut belum mampu memulihkan pelayanan SPAM Manggar.

“Seminggu lalu sudah mulai kritis. Kami usahakan untuk menyedot air, tetapi akhirnya memang tidak bisa lagi karena kondisi alam,” kata Fahrudin saat ditemui Diskominfo SP, di Kantornya, Kamis (29/10/26).

Terhentinya pelayanan SPAM Manggar berdampak terhadap pelanggan yang selama ini mengandalkan pasokan air dari sistem tersebut, termasuk kebutuhan di sejumlah fasilitas sosial dan perkantoran yang menunjang pelayanan masyarakat.

Fahrudin menjelaskan, kondisi sumber air baku di sejumlah wilayah pelayanan SPAM Beltim tidak sepenuhnya sama. Saat ini, SPAM Manggar menjadi wilayah yang paling terdampak karena sumber air bakunya di Tebat Gadong mengalami kekeringan.

“Kalau SPAM Damar masih dapat beroperasi meskipun debit airnya menyusut. SPAM Simpang Pesak juga masih berjalan setelah hujan turun, kendati debit air belum kembali seperti sebelumnya. Adapun SPAM Simpang Renggiang masih beroperasi,” ungkap Fandem sapaan Fahrudin.

Perbedaan kondisi tersebut membuat penanganan perlu disesuaikan dengan ketersediaan air baku di masing-masing wilayah. Menurutnya, tindakan lanjutan membutuhkan penanganan teknis yang tepat sesuai kondisi sumber air di lapangan.

“Terkait upaya pemulihan di Tebat Gadong, kita telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS). Tim BWS sebelumnya turun ke lokasi untuk memeriksa kondisi sumber air dan melihat kemungkinan penanganan. Namun, kondisi Tebat Gadong dinilai berbeda dengan lokasi lain yang dapat ditangani melalui pengerukan,” ujar Fandem.

Sementara itu, UPT SPAM Beltim berharap kondisi alam segera membaik sehingga sumber air baku kembali tersedia dan pelayanan SPAM Manggar dapat dipulihkan.

Perumdam Pelangi Masih Beroperasi, Jam Layanan Dikurangi

Berbeda dengan pelayanan SPAM Manggar, Perumdam Pelangi Beltim masih melayani pelanggan. Namun, perusahaan daerah tersebut juga menghadapi penyusutan ketersediaan air baku yang signifikan.

Direktur Perumdam Pelangi Beltim, Zubair saat dihubungi Diskominfo SP menyampaikan bahwa ketersediaan air baku saat ini diperkirakan hanya tersisa sekitar 20 persen, terutama untuk wilayah Manggar. Kondisi itu membuat jam operasional pelayanan harus dikurangi menyesuaikan pasokan air yang tersedia.

“Air baku sudah berkurang jauh, paling tinggal 20 persen, terutama untuk Manggar,” kata Zubair melalui pesan tertulis.

Selama musim kemarau, jam operasional pelayanan Perumdam dibatasi maksimal sekitar delapan hingga sepuluh jam per hari. Penyesuaian tersebut dilakukan agar distribusi air dapat disesuaikan dengan kondisi sumber air baku.

Zubair menyebut salah satu lokasi yang mengalami kondisi kritis adalah Kolong Damar, khususnya untuk wilayah layanan menuju pasar. Untuk membantu penyedotan, posisi pipa isap pada intake telah diperpanjang ke bagian yang lebih tengah. 

“Sementara itu, untuk wilayah Pancor, salah satu solusi yang disiapkan adalah penggunaan pompa transfer atau pompa bantu. Perumdam juga tengah menyiapkan skenario pembagian jalur distribusi sebagai langkah penyesuaian terhadap keterbatasan pasokan air,” tambah Zubair. 

Menghadapi kondisi kemarau yang berdampak pada pasokan air baku, masyarakat diminta menggunakan air secara bijak dan memprioritaskan kebutuhan pokok sehari-hari.

Perumdam mengimbau pelanggan menampung air secukupnya ketika aliran tersedia. Masyarakat juga diminta menutup keran dengan rapat ketika tidak digunakan serta menghindari pemakaian air secara berlebihan.