Beranda / Berita / Detil Berita

Tak Perlu Bingung Cari Layanan, Beltim Siapkan PANDAI

05 Nov 2026, 19:10 WIB • Marliana
opd #PANDAI #Layanan Digital 32x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim - Masyarakat Belitung Timur (Beltim) ke depan diharapkan semakin mudah mengakses pelayanan pemerintah tanpa harus bingung mencari tahu perangkat daerah yang menangani kebutuhannya. Kemudahan ini disiapkan melalui pengembangan Lawang Beltim yang terintegrasi dengan inovasi PANDAI.

PANDAI (Platform Andal dan Nyaman untuk Digitalisasi dan AI) adalah Inovasi yang dikembangkan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kabupaten Beltim yang diarahkan untuk menghadirkan layanan digital berbasis peristiwa atau siklus hidup masyarakat (life event). 

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Aplikasi Informatika Diskominfo SP Kabupaten Beltim, Caesar Friadi Melawiandri saat diwawancarai usai kegiatan Sosialisasi PANDAI yang dilaksanakan di Ruang Rapat Diskominfo SP, Kamis (5/11/26).

Caesar menjelaskan pendekatan ini memungkinkan masyarakat memperoleh informasi dan layanan berdasarkan kebutuhan yang disampaikan, tanpa harus terlebih dahulu mengetahui instansi yang bertanggung jawab.

“Jadi, masyarakat tidak perlu mengetahui terlebih dahulu harus mengakses dinas mana untuk mendapatkan pelayanan. Mereka cukup menyampaikan layanan atau informasi apa yang dibutuhkan, kemudian Lawang Beltim yang membantu menyediakan dan mengarahkannya,” jelas Caesar.

Ia mencontohkan, ketika sebuah keluarga baru memiliki anak, masyarakat cukup menyampaikan peristiwa tersebut melalui Lawang Beltim. Sistem nantinya diharapkan dapat mengarahkan masyarakat pada berbagai layanan yang berkaitan dengan kebutuhan tersebut. 

“Atau misalnya saya butuh pekerjaan, nanti otomatis misalnya Lawang menyediakan ini ada nyaman kerja nih di mana di dalam nyaman kerja itu ada lowongan-lowongan yang bisa diakses atau bisa disediakan,” tuturnya.

Menurut Caesar, pengembangan Lawang Beltim menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola layanan digital pemerintah daerah. Melalui PANDAI, berbagai layanan digital perangkat daerah akan ditata dan dikelola agar dapat dikembangkan secara lebih terintegrasi.

Sembilan Modul PANDAI Perkuat Ekosistem Digital Beltim

Transformasi pemerintahan digital tidak cukup hanya dengan menghadirkan aplikasi. Tata kelola, kesiapan sumber daya manusia, hingga keberlanjutan layanan juga perlu dipersiapkan. Hal inilah yang menjadi dasar pengembangan PANDAI oleh Diskominfo SP Kabupaten Beltim.

Kepala Diskominfo SP Kabupaten Beltim, Royan Agusriadie menyampaikan, inovasi yang diinisiasi Bidang Aptika ini diharapkan mampu memperkuat pengelolaan pemerintahan digital sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Dengan adanya platform PANDAI ini, mudah-mudahan tata kelola pemerintahan digital di Kabupaten Beltim bisa terkelola dengan baik. Artinya, kalau dulu kita menuju sistem pemerintahan berbasis elektronik, melalui PANDAI semoga kita dapat mencapai pemerintahan digital yang berdampak pada pelayanan publik,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dapat memanfaatkan platform tersebut untuk membangun digitalisasi pelayanan publik, 

“Harapannya Perangkat Daerah bisa memanfaatkan platform PANDAI ini untuk membangun digitalisasi pelayanan publik mereka. Dari mulai perancangannya, pelaksanaannya dan mungkin monitoring dan evaluasinya bisa memanfaatkan PANDAI ini,” ujarnya.

Sementara itu, Caesar menjelaskan PANDAI dirancang melalui sembilan modul yang saling mendukung, yakni PANDAI DATA, PANDAI TATA KELOLA , PANDAI LITERASI, PANDAI RANCANG, PANDAI GATEWAY, PANDAI KODE, Lawang Beltim, PANDAI PANTAU, dan PANDAI BANTU. Modul-modul tersebut mencakup pendataan, perancangan, pengelolaan, pemantauan, hingga pengembangan layanan digital pemerintah daerah.

“Melalui PANDAI DATA, kita melakukan pendataan terhadap layanan digital yang ada, mulai dari OPD, penanggung jawab, status keaktifan, hingga pemilik proses bisnisnya. Di situ juga dilakukan asesmen dan validasi terhadap layanan digital tersebut,” jelas Caesar.

Selain itu, PANDAI RANCANG membantu perangkat daerah mengidentifikasi kebutuhan dan merancang layanan digital secara mandiri dengan dukungan AI. PANDAI TATA KELOLA menyediakan instrumen berupa kebijakan, pedoman, panduan, dan SOP. Sementara PANDAI LITERASI menjadi sarana pembelajaran digitalisasi dan pemanfaatan AI bagi ASN. 

Setelah menyelesaikan pembelajaran dan asesmen melalui PANDAI LITERASI, ASN dapat memperoleh akses PANDAI GATEWAY untuk memanfaatkan fasilitas AI. Sementara itu, PANDAI PANTAU berfungsi memantau layanan digital, PANDAI BANTU menyediakan bantuan teknis, dan PANDAI KODE menjadi tempat penyimpanan repositori kode sumber aplikasi untuk mendukung pengembangan layanan secara berkelanjutan.

Menurut Caesar, pengembangan PANDAI merupakan bagian dari upaya membenahi tata kelola layanan digital seiring transformasi SPBE menuju pemerintahan digital (Pemdi). Pasalnya, masih banyak aspek dalam pengelolaan layanan digital pemerintah daerah yang perlu ditata dan diperbaiki agar transformasi tersebut dapat berjalan optimal.

“Dalam transformasi SPBE menuju pemerintahan digital, ada banyak hal yang harus segera kita ubah, terutama dalam pengelolaan atau tata kelola layanan digital kita,” ungkapnya.

Namun, pembenahan sistem dan tata kelola digital tersebut juga harus diiringi kesiapan sumber daya manusia. Caesar mengakui, kemampuan ASN dalam memahami dan memanfaatkan teknologi menjadi salah satu tantangan besar dalam penerapan pemerintahan digital.

"Kesiapan SDM ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita, termasuk bersama BKPSDM. Karena baik dalam SPBE maupun pemerintahan digital, fondasi utamanya tetap ASN. Ketika ASN siap melakukan digitalisasi, otomatis harus memiliki literasi digital yang baik,” pungkasnya.