Beranda / Berita / Detil Berita

Pemkab Beltim Targetkan Raih Penghargaan Swasti Saba Wiwerda Tahun 2027

20/Mei/2026, 08:56 WIB • Aliyah

utama #Kabupaten Sehat 👁️ 13x dibaca

Manggar, Diskominfo SP Beltim - Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) menargetkan meraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda Tahun 2027. Sebelumnya, Kabupaten Beltim telah meraih penghargaan Swasti Saba Padapa pada tahun 2025.

Penghargaan ini diberikan kepada Kabupaten/Kota yang berhasil menyelenggarakan program Kabupaten Kota Sehat (KKS).

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar saat memimpin Rapat Advokasi dan Penginputan Data Penilaian KKS Kabupaten Beltim di Ruang Rapat Gunung Lumut Bapperida, Senin (18/5/2026).

"Pada penilaian tahun 2027 diharapkan Kabupaten Beltim dapat diusulkan kembali dan dapat mencapai strata wiwerda. Sehingga dibutuhkan upaya yang lebih sinergi dan optimal di setiap tatanan agar Pemkab Beltim mengalami peningkatan capaian kinerja kabupaten kota sehat," ungkap Khairil.

Ia berharap seluruh perangkat daerah yang tergabung dalam Tim Pembina KKS Kabupaten Beltim dapat melakukan identifikasi masalah pada 9 tatanan yang menjadi kunci terwujudnya kabupaten sehat.

Sembilan tatanan tersebut meliputi: Kehidupan Masyarakat Sehat Mandiri; Permukiman dan Fasilitas Umum; Satuan Pendidikan; Tatanan Pasar; Perkantoran dan Perindustrian; Lalu Lintas; Pariwisata; Perlindungan Sosial; serta Penanggulangan Bencana.

"Untuk mendapatkan peningkatan predikat menjadi wiwerda dibutuhkan berbagai inovasi dan ini menjadi catatan penting untuk segera diupayakan pada setiap tatanan," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Dianita Fitriani mengatakan saat ini Pemkab Beltim terus berproses melakukan persiapan dalam rangka pemenuhan capaian setiap tatanan dan percepatan input data dukung ke aplikasi SIPANTAS (Sistem Informasi Pantau Kabupaten/Kota Sehat) Kementerian Kesehatan RI.

"Pada tahap awal ini memang dari Kementerian Kesehatan RI meminta Kabupaten/Kota untuk melakukan inputan data sementara. Data-data ini nantinya akan menjadi salah satu poin yang akan digunakan sebagai tolak ukur penilaian di tahun 2027," ungkap Dian.

Usai penginputan data, tahapan selanjutnya Tim Pembina KKS akan melakukan monitoring dan membangun kolaborasi jejaring dalam rangka perwujudan kabupaten kota sehat mulai dari tingkat kecamatan hingga desa terutama yang potensial menjadi lokus penilaian. 

"Alhamdulillah sejauh ini dengan sembilan tatanan yang menjadi tanggung jawab kita bersama perangkat daerah sudah diupayakan melakukan yang terbaik. Kedepannya kita berharap bisa lebih meningkatkan sinergitas program, membangun kolaborasi lebih intens dan mengupayakan inovasi yang dilakukan di daerah kita ini dalam rangka peningkatan KKS," tutupnya.