Pangkalpinang, Diskominfo SP Beltim – Dua srikandi cabang olahraga karate Kabupaten Belitung Timur (Beltim) tampil memukau pada hari pertama pertandingan karate Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Kepulauan Bangka Belitung 2026. Melisa dan Meisia Viona Valensia sama-sama menyumbangkan medali emas bagi kontingen Beltim, Minggu (8/11/2026).
Pertandingan karate yang berlangsung di Gedung Bahasa Kepulauan Bangka Belitung itu menjadi panggung keberhasilan Melisa di nomor kata perorangan putri dan Meisia pada nomor kumite perorangan putri kelas -55 kilogram.
Bagi Melisa, medali emas tersebut terasa istimewa. Atlet berusia 25 tahun, itu akhirnya berhasil meraih emas setelah tiga kali mengikuti Porprov.
Pada Porprov V tahun 2018 di Bangka Tengah dan Porprov VI tahun 2023 di Bangka Barat, Melisa hanya mampu membawa pulang medali perunggu dari nomor yang sama. Setelah melewati persiapan panjang, ia akhirnya berhasil memperbaiki pencapaiannya pada Porprov VII tahun ini.
“Alhamdulillah, bersyukur karena perjuangannya cukup panjang sampai ke sini. Persiapannya sekitar empat bulan,” ujar Melisa.
Perjuangan tersebut tidak hanya berlangsung di arena latihan. Gadis asal Desa Mentawak, Kecamatan Kelapa Kampit ini bersama tim pelatih bahkan mengikuti pemusatan latihan (TC). TC selama 10 hari di Karawang, Jawa Barat tersebut untuk meningkatkan kesiapan menghadapi persaingan di Porprov.
Keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi. Gadis yang saat ini fokus melatih karate dan membina sejumlah murid di Kelapa Kampit melalui klub Combat Eagle Karate Team ini mengaku harus menggunakan dana pribadi untuk mendukung kebutuhan latihan dan keberangkatan ke lokasi TC.
“Biaya yang dikeluarkan diperkirakan mencapai Rp5 juta, termasuk tiket pesawat pulang-pergi,” beber Amel sapaan Melisa.
Meski demikian, dukungan pelatih dan upaya mengumpulkan biaya secara mandiri membuat persiapan tersebut tetap dapat terlaksana.
“Dapat uang dari KONI saya kumpulkan. Pokoknya fokus latihan karena sudah tahu bagaimana persaingannya di karate,” kata Amel.
Amel mengaku pertandingan semifinal cukup menguras tenaga sebelum akhirnya memastikan tempat di final. Pada partai puncak, ia berhadapan dengan atlet dari Bangka Tengah dan berhasil keluar sebagai pemenang.
Meisia Tambah Emas dari Kumite Putri
Sumbangan emas lainnya datang dari Meisia Viona Valensia. Atlet berusia 24 tahun tersebut berhasil menjadi juara pertama nomor kumite perorangan putri kelas -55 kilogram.
Meisia mengaku bersyukur dapat mempersembahkan medali emas untuk Beltim. Ia mengatakan, secara umum pertandingan berjalan baik meskipun proses latihan tetap memiliki tantangan tersendiri.
Gadis asal Kabupaten Bangka Barat ini bar pertama kali memperkuat tim FORKI Beltim. Seteah satu tahun bergabung, ia berhasil menyumbangkan medali emas.
“Insyallah saya masih akan menjalani pertandingan pada nomor kumite beregu. Mudah-mudahan dapat kembali memberikan hasil terbaik bagi kontingen Beltim,” harap Meisia.
Lulusan Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung (UBB) pun berpesan kepada rekan-rekan sesama atlet agar tetap menjaga semangat dan fokus menghadapi pertandingan.
“Tetap semangat, jangan ragu-ragu. Kalau kumite, terus berjuang, sedangkan untuk kata harus fokus saja,” pesannya.
Lima Medali pada Hari Pertama
Pelatih karate Beltim, Yoesrizal Mardiansyah mengatakan capaian pada hari pertama menjadi modal positif bagi tim karate untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Pada hari pertama, cabang olahraga karate Beltim telah mengumpulkan lima medali, terdiri atas tiga emas dan dua perak. Selain Melisa dan Meisia, medali emas juga diraih Rahmadani Satriansyah pada nomor kumite perorangan putra kelas -84 kilogram.
Sementara itu, dua medali perak disumbangkan Mochammad Siddiq Zailani pada nomor kumite perorangan putra kelas -55 kilogram dan Paulinus Nong Melki pada kelas -67 kilogram.
Yoesrizal menyebut masih terdapat peluang bagi karate Beltim untuk menambah perolehan medali. Menurutnya, kontingen Beltim masih akan mengikuti sekitar 10 kelas pertandingan berikutnya.
“Yang akan kita ikuti nanti tinggal 10 kelas lagi, dan itu banyak peluang yang akan kita raih,” kata pria yang akrab dipanggil Didit ini.
Nomor yang masih akan diikuti meliputi kata perorangan dan beregu, serta kumite perorangan dan beregu putra maupun putri.
“Kita berharap capaian awal ini dapat menjadi penyemangat bagi seluruh atlet untuk terus berjuang. Saya optimistis karate Beltim dapat berkembang dan meraih hasil lebih baik pada masa mendatang,” ujar Didit.