Beranda / Berita / Detil Berita

Demi Nama Belitung Timur, Mereka Berlatih dalam Sunyi dan Keterbatasan

05/Jun/2026, 22:47 WIB • Fauzi

berita #KONI #Olahraga Beltim 👁️ 88x dibaca

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Di balik semarak pencanangan Program Training Center Berjalan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Bangka Belitung Tahun 2026, tersimpan kisah perjuangan para atlet yang selama berbulan-bulan mengorbankan waktu, tenaga, bahkan kenyamanan demi satu tujuan: mengharumkan nama Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Bagi masyarakat, medali mungkin hanya terlihat sebagai hasil akhir. Namun bagi para atlet, setiap medali adalah akumulasi dari latihan panjang, disiplin, dan pengorbanan yang sering kali tidak terlihat.

Salah satunya dirasakan oleh atlet renang Beltim, Olivia Julia Antonio (17). Atlet yang baru saja lulus dari SMA Negeri 1 Manggar ini menargetkan medali emas pada Porprov VII mendatang.

Pada Porprov sebelumnya, Olivia berhasil mempersembahkan dua medali perunggu untuk Beltim, masing-masing dari nomor perorangan dan estafet. Namun kali ini, ia ingin melangkah lebih jauh.

“Target tahun ini tentu emas. Latihannya juga lebih keras dari tahun kemarin. Selain latihan bersama, saya juga banyak latihan mandiri,” ungkap Julia.

Perjuangan Olivia tidak selalu berjalan mulus. Keterbatasan fasilitas latihan menjadi tantangan yang harus dihadapi hampir setiap hari. Kondisi kolam renang yang kurang memadai membuat dirinya harus mencari alternatif tempat latihan agar tetap bisa menjaga performa.

“Kesulitannya di kolam renang. Kadang kondisinya kurang mendukung untuk latihan. Kalau ke tempat lain juga cukup jauh,” beber Olivia.

Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangatnya. Berbekal kerja keras dan latihan yang lebih intens dibanding tahun sebelumnya, Julia optimistis mampu meningkatkan prestasi dan membawa pulang medali emas untuk Beltim.

Warga Desa Baru Kecamatan Manggar ini bahkan menilai peluang terbaiknya berada pada nomor perorangan, khususnya gaya bebas, gaya dada, maupun gaya kupu-kupu.

“Saya yakin karena latihan kali ini lebih serius. Mudah-mudahan bisa memberikan hasil terbaik untuk Belitung Timur,” kata Olivia.

Tentara Muda Ini Ikut Perkuat Kontingen Porprov Beltim 

Semangat yang sama juga dimiliki Fauzi Nur Asetullah (21). Berbeda dengan Julia yang masih berstatus pelajar, Fauzi merupakan anggota Yon-TP 845/Ksatria Satam yang sehari-hari menjalankan tugas sebagai prajurit TNI.

Di sela kesibukan sebagai tentara, Fauzi tetap menyisihkan waktu untuk menekuni cabang olahraga tenis meja yang telah digelutinya sejak lama.

“Saya memang sudah hobi tenis meja sejak sebelum menjadi tentara. Dulu juga sering mengikuti berbagai kejuaraan saat masih di Jambi,” kata Fauzi.

Pengalaman bertanding yang dimilikinya tidak sedikit. Ia telah mengikuti berbagai ajang tingkat daerah hingga nasional sejak tahun 2016. Bahkan, pada salah satu kejuaraan tingkat provinsi di Jambi, ia pernah meraih medali perak.

Kini, setelah bertugas di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Simpang renggiang, Fauzi mendapat kesempatan membela daerah tempatnya mengabdi.

Untuk menjaga performa, ia harus membagi waktu antara tugas militer dan latihan. Empat kali dalam sepekan, Fauzi rutin berlatih tenis meja demi mempersiapkan diri menghadapi Porprov VII.

“Latihan sekarang Senin, Rabu, Kamis dan Sabtu. Baru sekitar dua minggu berjalan dan nanti pasti akan semakin intens,” ungkap.

Pada Porprov VII nanti, Fauzi akan turun di nomor perorangan putra dan beregu putra. Ia optimistis mampu memberikan kontribusi medali bagi Kabupaten Beltim.

“Insyaallah bisa menyumbang medali. Yang penting sekarang fokus latihan dan mempersiapkan diri sebaik mungkin,” ujarnya.

Selain Fauzi, ada juga Zidan dari Yon-TP 845/Ksatria Satam. Zidan memperkuat kontingen Beltim di cabang olahraga pencak silat. 

Kisah Julia dan Fauzi hanyalah dua dari ratusan atlet yang saat ini sedang mempersiapkan diri menuju Porprov VII Bangka-Belitung Tahun 2026. Di balik target prestasi dan perolehan medali, terdapat ratusan cerita tentang disiplin, pengorbanan, dan mimpi yang sedang diperjuangkan. Ada yang berlatih sebelum berangkat sekolah, ada yang menyisihkan waktu setelah bekerja, bahkan ada yang harus menghadapi keterbatasan fasilitas demi tetap menjaga asa.

Mereka mungkin berasal dari latar belakang yang berbeda. Namun satu hal yang menyatukan mereka adalah semangat untuk berdiri di arena pertandingan sambil membawa nama Kabupaten Beltim di dada. 

Karena bagi para atlet ini, Porprov bukan sekadar kompetisi. Lebih dari itu, kompetisi 4 tahunan ini merupakan panggung pembuktian bahwa kerja keras yang dilakukan dalam sunyi pada akhirnya layak diperjuangkan untuk daerah yang mereka cintai.