Damar, Diskominfo SP Beltim – Ratusan pelajar menyambut riuh pembukaan Liga Karate Antar Pelajar Jenjang SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK se-Pulau Belitung Tahun 2026 di GOR Dispora, Kecamatan Damar, Sabtu (17/10/2026) sore. Bupati Belitung Timur (Beltim), Kamarudin Muten secara simbolis memukul genderang sebagai tanda dimulainya kejuaraan yang berlangsung selama dua hari tersebut.
Kejuaraan di bawah FORKI Beltim ini diikuti 215 pelajar dari berbagai sekolah dan perguruan karate di Pulau Belitung. Selain menjadi ajang menguji kemampuan hasil latihan, kegiatan ini juga diarahkan untuk membentuk karakter pelajar melalui nilai disiplin, sportivitas, dan kejujuran dalam bertanding.
Bupati Beltim, Kamarudin Muten mengatakan olahraga karate dapat menjadi sarana pendidikan karakter bagi anak sejak usia dini. Menurutnya, proses pembinaan tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan, tetapi juga membentuk sikap dan perilaku yang baik.
“Ini bagus untuk mendidik anak. Dari kecil kita didik sportivitasnya, kejujurannya. Jadi, bukan hanya soal pertandingan, tetapi mereka belajar dari bawah agar terbiasa disiplin,” kata Kamarudin.
Kamarudin juga mengingatkan para atlet, termasuk pelajar tingkat SMA, agar menjunjung tinggi kejujuran selama bertanding. Pesan serupa ditujukan kepada wasit dan perangkat pertandingan agar menjalankan tugas secara adil dan tidak memihak.
“Yang penting jangan curang. Sportivitas itu dijaga, kejujuran itu penting. Wasit juga tidak boleh memihak,” tegasnya.
Ketua Panitia, Herman Sujono mengatakan Liga Karate Antar Pelajar merupakan agenda tahunan. Pada 2026, kejuaraan ini juga menjadi ajang pengganti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) bagi para pelajar karate.
“Kejuaraan ini merupakan agenda tahunan, apalagi tahun ini sebagai ajang pengganti O2SN,” ujar Eman sapaan sehari-hari Herman.
Kepala SMP Negeri 2 Gantung ini menjelaskan, kejuaraan mempertandingkan dua kategori, yakni kelas open sebanyak 41 kelas dan kelas festival sebanyak 27 kelas. Peserta berasal dari 34 tim jenjang SD/MI, 14 tim SMP/MTs, serta delapan tim SMA/MA/SMK.
Eman mengapresiasi partisipasi sekolah dan perguruan karate yang mengirimkan atletnya. Menurutnya, peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Beltim, tetapi juga dari Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.
“Alhamdulillah, peserta kita tidak hanya didominasi dari Kabupaten Beltim, tetapi juga dari Tanjungpandan. Kami berterima kasih kepada seluruh perguruan dan sekolah yang sudah mengirimkan kontingennya serta donatur yang membantu kelancara acara ini,” ucapnya.
FORKI Beltim Target 4 Emas di Porprov
Sementara itu, Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Beltim, Dedi Septiadi menilai kejuaraan ini menjadi kesempatan bagi atlet untuk mengevaluasi hasil latihan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi jenjang kompetisi berikutnya.
“Kita dari FORKI berharap para atlet dapat menjadikan pertandingan sebagai sarana belajar dan memperbaiki kemampuan, bukan sekadar membuktikan siapa yang lebih unggul,” kata Dedi.
Pada kesempatan ini juga, bos percetakan “Start Print” itu juga menyampaikan bahwa FORKI Beltim sudah menyiapkan atletnya untuk ke Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Kepulauan Bangka Belitung.
“Persiapan kita sudah sekitar 95 persen. Saat ini beberapa atlet kita sedang training camp di Bandung, Pangkal Pinang dan Beltim,” ungkap Dedi yang didampingi Sekretaris FORKI Beltim, Syukur Maulana.
Saat ditanya target medali FORKI Beltim pada Porprov VII ini, Dedi berharap agar atlet karate Beltim dapat meraih empat medali emas dalam kejuaraan ini. Target tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para atlet untuk tampil maksimal.
“Insyallah target emas kita di nomor Kata Perorangan dan Beregu. Dua lainnya dari nomor Kumite perorangan,” tambah Dedi.
Pembukaan kejuaraan karate ini ditutup dengan foto bersama. Turut hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan Polres Beltim, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim, serta Sekretaris KONI Beltim.